Solusi Internet di Pedalaman

Kali ini kita akan membahas tentang solusi internet di pedalaman dengan biaya bulanan yang murah. Yang saya maksud di pedalaman adalah area yang tidak terjangkau Kabel Telepon PT.Telkom atau sudah ada kabel tetapi tidak memenuhi syarat terkoneksi menggunakan SPEEDY. Juga tidak mendapat signal Flexi, GPRS, EDGE apalagi HSDPA.

Saudara yang tidak mendapatkan fasilitas ini bisa menyimak tulisan ini. Caranya dengan memanfaatkan koneksi nirkabel WIFI 802.11 b/g. Skemanya seperti ini :

ISP — Modem — Router — Access Point — Ant. Grid

. . . (jarak 0 km s/d 25 km) . . . Ant. Grid — AP Client — PC

Keterangan :

  • ISP (Internet Service Provider) saat ini sangat beragam, tapi saat ini Speedy dari Telkom Indonesia masih merajai dibeberapa kota.
  • Suplay internet dari ISP disalurkan lewat modem, jika kita menggunakan Speedy maka modem nya berjenis A-DSL.  Hingga tulisan ini ditulis telah hadir Paket Speedy Multi Speed kecepatan download hingga 3 Mbps.
  • Selanjutnya, bandwidth yang sudah masuk ke modem disalurkan ke router, disini saya lebih menyarankan menggunakan Router Mikrotik.
  • Router akan membuat semacam jalur yang telah di atur sedemikian hingga bandwidth tersalurkan sesuai dengan kebutuhan pengguna internet.
  • Mengingat pengguna internet sangat jauh, kita misalkan modem berada di kota Rantauprapat, sementara pengguna internet berada di Kota Merbau, jarak udara versi Google Earth adalah 18 km, dibutuhkan Radio Access (AP) point yang dipadu dengan Antenna grid yang bekerja di gelombang 2,4xx Ghz.
  • Radio AP yang kita butuhkan seperti Ubnt bulletM2-HP dengan power hingga 600mW yang dipadu dengan Grid kenbotong diarahkan ke kota Merbau.
  • Syarat signal terbaik adalah Clear Line of Sight (CLOS) atau tidak ada penghalang. Maka perangkat Radio AP dan Grid diletakkan di tower setinggi 30 meter.
  • Sementara, disisi pengguna juga menggunakan perangkat yang sama dan diletakkan di ketinggian 30 meter. Masalah ketinggian tower ini tentunya sangat berpengaruh terhadap kualitas signal. Penghalang seperti kebun Sawit, Rambong, pohon kelapa yang tingginya mencapai 18 meter memperburuk signal yang di kirimkan.
  • Selain itu lengkung bumi yang bulat ini jelas membuat sesuatu yang jauh menjadi tidak terlihat.

Nah, timbul ke khawatiran bisakah kecepatan akses akan turun? Jawabnya bisa ya bisa tidak. Bila Radio AP tidak mampu menembus jarak maka signal tidak akan sampai dan tentunya tidak bisa akses. Kualitas signal yang diharapkan adalah mencapai 50 % dengan troughput diatas 18 Mbps. Sehingga koneksi tidak putus dan bandwidth tidak terbuang sia-sia.

Sumber : https://gokimhock.wordpress.com/2010/04/12/solusi-internet-di-pedalaman/